DKR WANAYASA MENJUALTAKJIL DI BULAN RAMADHAN

DKR Wanayasa foto bersama setelah melaksanakan kegiatan kewirausahaan (14/4).

Banjarnegara. DKR Wanayasa yang terletak di dataran tinggi Kabupaten Banjarnegara pada bulan Ramadhan 1442 melaksanakan kegiatan kewirausahaan. Kegiatan yang diikuti 25 anggota ini dimulai pada hari Rabu, (14/4) berjalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Kak Aminarto selaku Kak Kwarran Wanayasa dalam pemaparannya menyampaikan bahwa kegiatan kewirausahaan¬† yang dilaksanakan di bulan puasa ini untuk mengenalkan kegiatan kepramukaan, “dibulan yang penuh berkah ini, DKR sebagai garda terdepan di Kwarran Wanayasa harus bisa meningkatkan mutu dan kualitas serta bisa melakukan pendekatan pada masyarakat sekitar, sehingga akan dikenal oleh masyarakat'” tuturnya.

Anggota DKR Wanayasa sedang mengolah salah satu menu untuk dijual sebagai tajil berbuka puasa. (14/4)

Sementara itu, menurut Kak Eko Andi Atmaja selaku Ketua DKR Wanayasa menyampaikan bahwa dalam struktur organisasi di DKR Wanayasa ada satu unit di bidang Kewirausahaan, yaitu Kedai DKR¬† Wanayasa. “Kami memiliki Kedai DKR Wanayasa yang merupakan usaha bidang dari Kewirausahaan,” ungkapnya disela-sela kegiatan.

Lebih lanjut menyampaikan bahwa, dalam meningkatkan kualitas DKR Wanayasa secara individu maupun kelompok maka perlu adanya kegiatan di bulan ramadhan dengan cara membuat dan menjual bahan takjil serta jajanan khas Wanayasa yang diedarkan dari pintu ke pintu. Bahan takjil yang dijual antara lain pada kegiatan kewirausahaan ini terdiri dari ondol goreng, klepon, donat, aneka gorengan, Es buah dan aneka hasil olahan pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Wanayasa.

Menurut Bu Mardiatun yang merupakan salah satu warga Dukuh Clibikan RT 03 RW 06, saat ditemui mengatakan bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya bahan takjil dan jajanan yang diperjual belikan dari rumah ke rumah. “Di wilayah kami sering terjadi hujan, sehingga kadang malas untuk keluar rumah. Dengan adanya kegiatan penjualan bahan takjil dari rumah ke rumah oleh anggota Pramuka , ini sangat membantu kami untuk memperoleh kebutuhan buka puasa,”ungkapnya dengan menggunakan bahasa jawa khas orang daerah atas. (sbw)

Leave a Reply

Your email address will not be published.